|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 03 December 2009 |
|
Kamis, 3 Desember 2009 Pengampunan dan Permohonan Maaf Lukas 17: 4 “Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Sering kita mendengar khotbah maupun wejangan yang menyatakan, ‘sudahlah ampuni saja, berikan pengampunan, jangan mau jadi tidak sukacita karena itu’ Perkataan-perkataan seperti ini acapkali kita dengarkan, apabila kita mengalami perlakuan yang tidak baik, di nista, ataupun dianiaya. Orang yang mengalami aniaya, perlakuan tidak baik, dan di nista, itu yang disuruh untuk memberikan pengampunan. Penyelesaian kasus seperti ini sangatlah tidak manusiawi dan tidak alkitabiah. Itu sebabnya tidak jarang orang-orang yang mengalami penganiayaan, di nista, dan diperlakukan tidak baik, ia mengatakan, ia mengampuni. Namun pada kenyataannya, ia tidak dapat mengampuni. Hal itu disebabkan, kasus itu tidak diselesaikan dengan baik. Alkitab telah memberikan cara untuk penyelesaian kasus seperti itu. Teks Lukas 17: 4 di atas memberikan kepada kita gambaran yang jelas harus bagaimana menyelesaikan kasus tersebut. |
|
Last Updated ( Friday, 04 December 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 01 December 2009 |
|
Rabu, 2 Desember 2009 Sadar dan Berjaga Terhadap Incaran Iblis 1 Petrus 5: 8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” Petrus mengingatkan kita agar tetap sadar dan berjaga-jaga terhadap incaran iblis. Ia menganalogikan iblis sebagai singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat di telannya. Mari kita perjelas kalimat ini dengan membawanya dalam dunia padang belantara, di mana binatang-binatang hidup secara bebas. Di sana kita dapat melihat bagaimana singa mengincar rusa atau binatang lain ada di padang belantara. Pertama-tama singa mengamati mangsanya dari jauh, ia mengamati apakah mangsanya tersebut sakit atau lemah. Sehingga ketika dilakukan penyergapan, maka mangsanya tersebut tidak dapat menghindar darinya. Dan bila kita amati lebih seksama, mata singa selalu terfokus pada satu mangsa incaran. Walaupun ada binatang lain yang lebih dekat kepadanya tetapi itu bukan incarannya, maka ia tidak akan mengejarnya. Namun jika ia telah menaruh satu target incaran, maka matanya akan tetap fokus untuk binatang incarannya tersebut. |
|
Last Updated ( Friday, 04 December 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 28 - 29 of 29 |