Waktu Hari ini

Statistics

OS: Linux m
PHP: 5.2.9
MySQL: 5.0.92-community-log
Time: 01:54
Caching: Disabled
GZIP: Enabled
Members: 59
News: 151
Web Links: 9
Visitors: 71592

meskipun masih dalam tahap pengembangan websit STT INTI yang baru sudah dapat dikunjungi di www.sttinti.com
Senin, 21 Desember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 21 December 2009

Senin, 21 Desember 2009

Kejujuran

Mazmur 25: 21

 

 

                “Ketulusan dan Kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau”

 

                Kejujuran hanya dimiliki oleh orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan. Sebab orang-orang yang menantikan Tuhan, pastilah hidupnya harus jujur. Mengapa harus jujur? Karena orang-orang yang menantikan Tuhan, tentulah mereka yang takut pada Tuhan. Takut pada Tuhan sudah barang tentu disertai kejujuran, karena mustahil orang yang takut pada Tuhan tidak jujur. Orang yang tidak jujur, berarti orang yang tidak takut pada Tuhan.

                Ketulusan rupa-rupanya merupakan satu paket dengan kejujuran, karena orang tulus tentulah merupakan orang jujur. Karena mustahil orang dapat tulus tanpa kejujuran. Di sini Pemazmur mengatakan, ketulusan dan kujujuran kiranya mengawal aku. Kalimat ini dapat kita tafsirkan, ketulusan dan kejujuran menyertaiku disetiap langkahku. Itu artinya, ketulusan dan kejujuran senantiasa diupayakan agar hal tersebut tetap mengikuti langkahnya.

Last Updated ( Tuesday, 22 December 2009 )
Read more...
 
Minggu, 20 Desember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 19 December 2009

Minggu, 20 Desember 2009

Nama Baik

Amsal 22: 1

 

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas”

 

Beberapa orang berpikir bahwa harta atau kekayaan, inilah yang membuat orang sungguh berharga dan di dengarkan orang. Itu sebabnya beberapa orang berusaha untuk mencari kekayaan dengan segala cara, tanpa memperhitungkan nama baik mereka lagi. Sebahagiaan lagi berpikir, bahwa jabatan merupakan hal yang paling berharga bagi dirinya. Itu sebabnya ia berusaha untuk mengejar dan mempertahankan jabatannya dengan segala cara, sekalipun ia harus mengorbankan orang lain dan memfitnah orang lain. Karena dengan jabatannya, ia barangkali mendapatkan keuntungan dan dapat menambah kekayaannya. Tetapi Benarkah ini? Kitab Amsal mengatakan, bahwa nama baik lebih berharga dari semuanya itu. Mengapa? Apakah tidak perlu harta?

Last Updated ( Monday, 21 December 2009 )
Read more...
 
Sabtu, 19 Desember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 18 December 2009

Sabtu, 19 Desember 2009

Ajaran Sehat

1 Timotius 4: 65

 

“Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini”

 

Paulus mengerti betapa pentingnya seorang pelayan Kristus Yesus terdidik dalam soal-soal pokok iman dan dalam ajaran sehat, itu sebabnya ia menasehatkan hal ini kepada Timotius. Nasehat ini lebih tegas lagi kita lihat pada 1 Timotius 4: 16, ‘Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.’ Mengapa Paulus menasehatkan hal-hal seperti ini? Karena:

Pertama, jika seorang pelayan Tuhan tidak terdidik dalam soal-soal pokok iman dan ajaran sehat, maka ia berpotensi untuk mengajarkan ajaran yang berbeda dari Alkitab atau dengan kata lain ia  berpotensi mengajarkan ajaran sesat tanpa bermaksud menyesatkan. Ia sungguh-sungguh melayani Tuhan, tetapi hasilnya malah menyesatkan yang berakibat dimurkai Tuhan. Tetapi jika ia mengawasi ajarannya (ajaran sehat), maka ia telah menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain juga.

Kedua, jika seorang pelayan Tuhan tidak terdidik dalam hal pokok-pokok iman dan ajaran sehat, maka ia sudah pasti akan mengajarkan ajaran menurut arus pemikiran dan perasaan dunia. Jika ia dari latar belakang animisme atau mistik, maka pokok-pokok iman yang diajarkannya pun akan serupa atau mirip dengan animisme atau mistik. Sebab ia tidak tahu mana yang benar, karena ia tidak belajar ajaran sehat. Dengan demikian, ia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain. Sebab ia ada di dalam murka Allah, karena mengajarkan ajaran yang berbeda dari ajaran sehat (sesuai dengan Alkitab).

Last Updated ( Monday, 21 December 2009 )
Read more...
 
Jumat, 18 Desember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 17 December 2009

Jumat, 18 Desember 2009

Cara Mengambil Keputusan

2 Samuel 15: 13

 

“Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: "Hati orang Israel telah condong kepada Absalom."

 

Seorang pemimpin mau tidak mau pasti diperhadapkan kepada pengambilan keputusan, keputusan yang dilakukannya seharusnya datang dari pertimbangan atau hikmat yang dalam. Hal inilah yang di pohonkan Salomo ketika menjadi raja Israel kepada Tuhan dengan berkata, “…maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" (1 Raja-raja 3: 9). Permohonan Salomo ini masuk akal, ia takut salah dalam memberikan keputusan yang adil pada bangsa Israel.

Biasanya keputusan diberikan seorang pemimpin berdasarkan data-data atau informasi yang masuk dari bawahannya. Masalahnya, jika bawahannya itu adalah orang “yes man” maka data yang diberikan pasti juga data yang palsu atau salah. Jika data yang diberikan salah, maka sudah barang tentu keputusan yang diambil juga salah. Itu sebabnya, seorang pemimpin perlu melakukan ‘cross check’ data, atau bila perlu memanggil orang lain untuk memastikan data itu. Jika tidak, maka keputusan yang diambil pasti salah. Dan barangkali akan merugikan pemimpin itu sendiri, sebab pemimpin itu jadi tidak dapat dipercaya lagi. Karena telah mengambil keputusan yang salah dari data yang diperoleh salah (data fitnahan).

Last Updated ( Saturday, 19 December 2009 )
Read more...
 
Kamis, 17 Desember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 December 2009

Kamis, 17 Desember 2009

Rantai Iman untuk Mengenal Tuhan Yesus

2 Petrus 1: 6

 

“dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan”

 

Petrus mengatakan dalam 2 Petrus 1-15, bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita orang percaya segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh, dan menganugerahkan janji-janji-Nya yang berharga dan yang sangat besar, agar kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Namun justru karena inilah kata Petrus, kita harus sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada iman kita rantai iman. Apa itu rantai iman? Rantai iman adalah kita menambahkan kepada iman kita kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Last Updated ( Friday, 18 December 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Results 10 - 18 of 29
 
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com