Administrasi
Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo | Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||||||||||
| Wednesday, 13 January 2010 | ||||||||||||||||||
Page 2 of 16 Varietas baru ini telah lahir sejak 2000 tahun yang lalu, namun perkembangannya lambat dibandingkan dengan varietas Homo Ingenium Praeter Impius yang sejak kelahirannya pada masa pencerahan hingga kini telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Memang pada abad-abad pertama perkembangannya sangat signifikan, namun setelah lahirnya varietas baru Homo Ingenium Praeter Impius, perkembangannya terhambat. Hal tersebut dikarenakan perseteruan antara pemimpin-pemimpin mereka dengan para ilmuwan pada abad-abad 16 – 17, yang pada akhirnya melahirkan varietas baru, Homo Ingenium Praeter Impius yang berpihak kepada ilmu pengetahuan dan mengagungkannya sebagai tuhan yang dapat menjawab segala kebutuhan mereka sebagai manusia unggul. Hambatan lain yang membuat perkembangannya tersendat adalah, tidak adanya pengamalan kasih di tengah-tengah komunitas varietas ini. Padahal kasih adalah Way of Live dari varietas baru tersebut, sehingga kasih mutlak diamalkan ditengah-tengah kehidupan mereka. Karena kasih yang tidak diamalkan, maka sebagian besar mereka terseret kepada sistem-sistem yang dikembangkan oleh varietas Homo Ingenium Praeter Impius. Misalnya, dalam perekonomian, mereka terseret pada kapitalisme; pada kehidupan praktis, terseret kepada pragmatisme dimana daya guna menjadi ukuran kebenaran dari suatu tindakan; pada pendidikan, terseret pada pendidikan positivisme yang mengagungkan ilmu positif sebagai satu-satunya alat ukur tentang kehidupan ilmu yang ilmiah; pada bidang kebudayaan, terseret pada kebudayaan global dimana hanya kebudayaan barat yang dianggap beradab, sehingga segala sesuatu diukur menurut ukuran barat dan bukan menurut ukuran Alkitab; pada bidang arsitektur, terseret pada arsitektur bergaya internasional. Akibatnya komunitas Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo, terhambat perkembangan- nya. Karena itu, barangkali mereka perlu dimurnikan kembali dengan cara, kembali menempatkan Alkitab sebagai ukuran satu-satunya kebenaran dalam berkehidupan; baik dalam pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan arsitektur. Dimanakah mereka berada kini? Mereka tersebar dan berbaur di antara masyarakat, mungkin mereka ada disamping Anda, sedang minum kopi bersama Anda, lagi tawar menawar dengan Anda tentang suatu barang yang hendak Anda beli, atau barangkali ia adalah Anda sendiri? Tetapi yang pasti komunitas mereka dapat terlihat dengan jelas pada hari-hari minggu, dimana biasanya mereka berkumpul bersama. |
||||||||||||||||||
| Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 ) | ||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|