Renungan | Curhat |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||
| Tuesday, 15 September 2009 | ||||||
Page 4 of 4 PERGAULAN YANG BURUK MERUSAKKAN KEBIASAAN YANG BAIK {I KOR 15:33} Oleh Wylson Lie Berbicara tentang kebiasaan, siapakah di antara kita yang tidak mempunyai kebiasaan? Namun, seperti yang firman Tuhan katakan bahwa kebiasaan yang buruk tentu sangat dipengaruhi oleh pergaulan kita. Ada orang yang mengatakan bahwa "tunjukkanlah kepadaku dengan siapa engkau berteman, maka saya akan mengetahui orang seperti apakah engkau." Sejak kecil kita tentunya memiliki kebiasaan masing-masing. Seperti ngompol misalnya, tapi ini suatu kewajaran bukan? Lalu bagaimana dengan kebiasaan buruk yang kita lakukan tanpa sepengetahuan orang lain? Saya ingin memberikan sebuah ilustrasi tentang seorang pemuda yang keras kepala dan tidak bertanggung jawab: Suatu kali ayahnya mengajak pemuda yang keras kepala dan tidak bertanggung jawab ini berjalan-jalan ke sebuah hutan. Ketika sampai di hutan tersebut, ayahnya melihat sebuah pohon kecil yang baru tumbuh kira-kira setinggi betis. Lalu ayahnya menunjuk ke pohon tersebut dan berkata: Nak, coba kamu lihat pohon kecil yang baru tumbuh itu…dapatkah kamu mencabutinya?Lalu pemuda itu dengan santainya memegang pohon kecil itu dan mencabutinya dengan hanya menggunakan satu tangan..dan tentunya dengan mudah pohon tersebut tercabut. Kemudian mereka berjalan lagi beberapa saat lalu menemukan sebuah pohon yang kali ini sedikit lebih besar dari pohon yang pertama tadi, kira-kira setinggi pinggang. Kata ayahnya; Nak, coba kamu cabuti pohon itu. Pemuda itu lalu mencabutinya, namun sayang kali ini ia harus berusaha dengan kedua tangannya dan menggunakan tenaga yang cukup besar barulah ia dapat mencabuti pohon tersebut. Mereka lalu melanjutkan perjalanannya lagi ke dalam hutan tersebut dan tak seberapa jauh dari situ ada tumbuh sebuah pohon yang sangat tinggi dan besar. Lalu ayahnya berkata kepadanya lagi, nak…sekali lagi coba kamu cabuti pohon itu. Namun kali ini pemuda itu spontan menjawab..Wah…tidak mungkin ayah,..mustahil…, pohon itu tidak mungkin dapat dicabuti dengan tangan kosong kecuali dengan menggunakan sebuah Buldozer. Lalu kata ayahnya…tepat katamu nak. Demikian juga dengan kebiasaan…, entahkah itu baik atau buruk, seperti pohon-pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam, seperti pohon kecil yang pertama tadi, dengan mudah dapat dicabuti. Kebiasaan yang sudah mulai berakar dalam, adalah seperti pohon kedua yang sudah mulai tumbuh agak besar, untuk mencabutinya dibutuhkan usaha dan tenaga yang cukup besar. Yang terakhir adalah kebiasaan yang sudah sangat lama dan sering dilakukan secara berulang-ulang selama bertahun-tahun dan akarnya menjadi sangat dalam sehingga untuk dapat mencabutinya adalah tidak mungkin dengan kekuatan sendiri, kecuali dengan menggunakan Buldozer. Karena itu jagalah diri Kita juga agar kebiasaan yang sedang Kita bangun atau tanamkan saat ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang baik.. |
||||||
| Last Updated ( Sunday, 27 September 2009 ) | ||||||
| Next > |
|---|