Waktu Hari ini

Statistics

OS: Linux m
PHP: 5.2.9
MySQL: 5.0.92-community-log
Time: 03:33
Caching: Disabled
GZIP: Enabled
Members: 59
News: 151
Web Links: 9
Visitors: 71598
H o m e arrow Administrasi arrow Masyarakat dan Kota

meskipun masih dalam tahap pengembangan websit STT INTI yang baru sudah dapat dikunjungi di www.sttinti.com
Masyarakat dan Kota PDF Print E-mail
Written by Aripin Tambunan   
Saturday, 24 October 2009
Article Index
Masyarakat dan Kota
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12

Contoh ketimpangan yang terjadi di masyarakat, ketika masyarakat hanya dicerdaskan secara teologi/ spiritual tanpa mengikut sertakan kecerdasan rasio/ filsafat dan sosiologi ialah, pembodohan masyarakat dapat dengan mudah terjadi melalui celah spiritualitas yang dikembangkan oleh seseorang. Seperti, tehnik yang dilakukan oleh, Sekte Hari Kiamat yang dipimpin oleh Pdt. Mangapin Sibuea, yang berkumpul menunggu hari kiamat pada tanggal 10 November 2003, sebanyak 283 orang,  di jalan Siliwangi 75, Bale Endah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Para pengikutnya tidak dapat mencerna/ berpikir dengan baik tentang ajaran yang mereka terima,  karena tidak terlatih untuk berpikir (berasio) dengan baik. Dan perilaku sosial mereka juga menjadi berbeda dengan yang lain, dengan menjual seluruh hartanya dan hanya berkumpul disatu tempat untuk menantikan kedatangan Tuhan.

Contoh ketimpangan yang terjadi di masyarakat, ketika masyarakat hanya dicerdaskan secara rasio/ filsafat tanpa mengikutsertakan teologi/spiritual dan sosiologi ialah, terjadinya masyarakat yang cerdas namun tanpa memiliki moral umum (moral didapatkan melalui kecerdasan teologi/ spiritual). Akibatnya hubungan sosial masyarakatnyapun menjadi rusak, free sex menjadi hal yang umum, hubungan-hubungan kekeluargaan berganti menjadi hubungan-hubungan ikatan kontrak dan invesatasi.

Contoh ketimpangan yang terjadi di masyarakat, ketika masyarakat hanya dicerdaskan secara sosiologi, tanpa mengikut sertakan teologi/ spiritual dan filsafat/ rasio ialah,   masyarakat dapat menjadi kehilangan makna baku dari moral, karena harus menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Itu sebabnya perilaku korupsi, terkadang tidak lagi membuat malu seseorang yang melakukannya, karena korupsi dilingkungannya telah menjadi perilaku moral normal. Akibatnya ia harus menyesuaikan diri dengan perilaku tersebut, agar ia tidak menjadi seorang yang teralineasi disekitarnya.


Last Updated ( Friday, 04 December 2009 )
 
< Prev   Next >
 
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com