Waktu Hari ini

Statistics

OS: Linux m
PHP: 5.2.9
MySQL: 5.0.92-community-log
Time: 03:34
Caching: Disabled
GZIP: Enabled
Members: 59
News: 151
Web Links: 9
Visitors: 71598
H o m e arrow Administrasi arrow Masyarakat dan Kota

meskipun masih dalam tahap pengembangan websit STT INTI yang baru sudah dapat dikunjungi di www.sttinti.com
Masyarakat dan Kota PDF Print E-mail
Written by Aripin Tambunan   
Saturday, 24 October 2009
Article Index
Masyarakat dan Kota
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12

 

Kota

Menurut Webster’s kota adalah, ‘a place inhabited by a large, permanent, organized community.’ Dan para sarjana kebudayaan mengungkapkan bahwa lahirnya kota dikarenakan di pedesaan telah tercukupi bahan pangan.[40] Karena telah tercukupinya bahan pangan tersebut di pedesaan, maka muncullah prakarsa dari orang-orang untuk mengelolanya. Orang-orang yang mengelola ini tidak lagi bekerja sebagai petani, tetapi mulai terlibat dalam perdagangan dan transportasi. Lalu dari desa-desa yang lainpun mulai melakukan hal yang sama, lalu terbentuklah suatu kota.

Sejarah munculnya proses pengkotaan awal dimulai dari Mesopotamia, lembah sungai Indus, lembah sungai nil, dataran rendah Cina Utara, Daerah Meso-Amerika, Pegunungan Andes bagian tengah, dan Nigeria bagian Barat. Adapun tabelnya sebagai berikut:

 

Wilayah

Tahun

Kota-kota

Mesopotamia

4000-3500 SM

Lagash, Ur, Uruk

Mesir

3000 SM

Memphis, Thebes

Indus

3000-2250 SM

Mohenjo-daro, Harappa

Cina

2000 SM

Cheng-Chon, An-yang

America Tengah

1000 M

Teotihuacan, Tenochititlan

Andes Tengah

500 SM

Cuzco, Tihuanaco

Nigeria Baratdaya

1000 M

Sagamu, Owo

Sumber: Daldjoeni, 1998: 4.

           

Kota pada awalnya dibentuk melalui tiga pertimbangan yakni, jaminan keamanan, tersedianya sumber-sumber potensial, dan tersedianya air.[41]  Ketiga hal tersebut merupakan jaminan kesejahteraan dari penduduk kota pada zaman dahulu. Mengapa? Karena jika ketiga hal tersebut terjamin, maka perekonomian akan berjalan. Dan bila perekonomian berjalan, maka rakyat akan lebih berpotensi untuk sejahtera.   

Alkitab berbicara tentang kota melalui Jeremia 29: 7. Di sana dikatakan, ‘usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.’  

‘Usahakanlah’ berasal dari kata דּרשׁ   (dârash). The International Standard Bible Encyclopedia mengatakan, dârash is never used of seeking lost things or people. It almost always takes a person as its direct object. It often refers to “seeking” God (who has hidden Himself) in order to obtain a restored relationship, forgiveness, or help.[42]

            Merujuk kepada apa yang dikatakan oleh The International Standard Bible Encyclopedia tentang dârash, maka kata ‘usahakan’ dapat diartikan sebagai mencari sesuatu yang tersembunyi yang sebenarnya ada, namun belum tanpak ke permukaan. Seperti Tuhan yang sebenarnya ada namun tersembunyi. Berarti kesejahteraan tersebut telah ada, namun perlu dimunculkan agar kelihatan dan tetap dijaga kesinambungannya atau hubungannya kepada setiap warga kota.


Last Updated ( Friday, 04 December 2009 )
 
< Prev   Next >
 
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com