Administrasi
Masyarakat dan Kota | Masyarakat dan Kota |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Saturday, 24 October 2009 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Page 10 of 12
Kota Menurut Webster’s kota adalah, ‘a place inhabited by a large, permanent, organized community.’ Dan para sarjana kebudayaan mengungkapkan bahwa lahirnya kota dikarenakan di pedesaan telah tercukupi bahan pangan.[40] Karena telah tercukupinya bahan pangan tersebut di pedesaan, maka muncullah prakarsa dari orang-orang untuk mengelolanya. Orang-orang yang mengelola ini tidak lagi bekerja sebagai petani, tetapi mulai terlibat dalam perdagangan dan transportasi. Lalu dari desa-desa yang lainpun mulai melakukan hal yang sama, lalu terbentuklah suatu kota. Sejarah munculnya proses pengkotaan awal dimulai dari Mesopotamia, lembah sungai Indus, lembah sungai nil, dataran rendah Cina Utara, Daerah Meso-Amerika, Pegunungan Andes bagian tengah, dan Nigeria bagian Barat. Adapun tabelnya sebagai berikut:
Sumber: Daldjoeni, 1998: 4.
Kota pada awalnya dibentuk melalui tiga pertimbangan yakni, jaminan keamanan, tersedianya sumber-sumber potensial, dan tersedianya air.[41] Ketiga hal tersebut merupakan jaminan kesejahteraan dari penduduk kota pada zaman dahulu. Mengapa? Karena jika ketiga hal tersebut terjamin, maka perekonomian akan berjalan. Dan bila perekonomian berjalan, maka rakyat akan lebih berpotensi untuk sejahtera. Alkitab berbicara tentang kota melalui Jeremia 29: 7. Di sana dikatakan, ‘usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.’ ‘Usahakanlah’ berasal dari kata דּרשׁ (dârash). The International Standard Bible Encyclopedia mengatakan, dârash is never used of seeking lost things or people. It almost always takes a person as its direct object. It often refers to “seeking” God (who has hidden Himself) in order to obtain a restored relationship, forgiveness, or help.[42] Merujuk kepada apa yang dikatakan oleh The International Standard Bible Encyclopedia tentang dârash, maka kata ‘usahakan’ dapat diartikan sebagai mencari sesuatu yang tersembunyi yang sebenarnya ada, namun belum tanpak ke permukaan. Seperti Tuhan yang sebenarnya ada namun tersembunyi. Berarti kesejahteraan tersebut telah ada, namun perlu dimunculkan agar kelihatan dan tetap dijaga kesinambungannya atau hubungannya kepada setiap warga kota. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Friday, 04 December 2009 ) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|